Mitos-mitos Tentang Industri Video Game dan Menjadi Pengembang Game

Apakah karier di industri game semuanya menyenangkan? Beirut ini hal-hal yang dibutuhkan untuk berkarir di industri video game. 

Berkat popularitas yang meningkat, khususnya di sektor seluler, rilis konsol generasi baru, dan insentif audiens yang ingin menemukan koneksi sosial pada jarak yang aman di masa pandemi, industri video game berkembang pesat untuk tahun 2021. Menurut Statista, nilai pasar video game global di  tahun 2021 akan mencapai hampir $140 miliar. 

Dalam beberapa tahun ke depan, industri ini akan jadi sexy untuk para pencari kerja. Namun, pencari kerja yang bukan gamer atau kurang familiar dengan industri ini, kadang sering salah memahami tentang cara kerja dan polisi apa yang tersedia di dalamnya. 

Jadi, yuk kita luruskan mitos-mitos yang ada di industri ini!

Mitos: Pengembangan video game selalu menyenangkan 

Yang perlu kita pahami bersama, apakah kamu programmer utama, animator utama, komposer musik, penguji beta, dan berbagai posisi lainnya, mengembangkan game adalah pekerjaan. Pekerjaan itu bisa menyenangkan, memuaskan, dan Mungkin menguntungkan. Tapi, ada juga dukanya. 

Semua harus berjalan sesuai timeline. Sehingga, bisa jadi ada saat kita tidak terasa fun. Bahkan, ada saat kita merasakan beban saat bermain game. 

Selain itu, ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Anggaran misklnya. Ini membuat beberapa developer game harus memeras otak agar dapat menyesuaikan hasil kerjanya dengan batasan tersebut.

Kenyataan: Proses mengembangkan video game adalah kerja keras.

Mitos: Hanya programmer yang sukses di industri video game

Seperti disebutkan di bagian sebelumnya, ada banyak peran pekerjaan yang terkait dengan pengembangan video game. Artis, musisi, penulis, produser, akuntan, p desainer, penguji, tim marketing, insinyur, dll. Semuanya memainkan peran penting dalam siklus pengembangan video game. 

Jadi, meskipun pengkodean dan pemrograman memang penting, peran itu sejauh ini bukan satu-satunya jalur karier yang tersedia di industri video game.

Kenyataan: Kamu nggak harus menjadi seorang programmer untuk sukses di industri video game.

Mitos: Kamu harus jadi seorang gamer untuk bekerja di industri video game

Gagasan ini adalah mitos belaka. Meskipun pengalaman bermain video game dapat membantu artis, musisi, penulis, atau pembuat teka-teki menghasilkan konten yang lebih baik, itu tentu saja bukan kebutuhan mutlak. 

Seorang akuntan manajemen biaya yang mengurus anggaran tidak harus menjadi pemain game untuk bekerja secara efektif. Yang penting, adalah keterampilan  dalam peran pekerjaan yang dipunya.

Kenyataan: Kamu nggak harus menjadi seorang gamer untuk sukses di industri video game.

Mitos: Cerita dan kualitas nggak penting dalam pengembangan video game. Yang penting formulanya benar

Banyak yang bilang bahwa satu-satunya cara video game, pengembang, dan penerbit bisa sukses adalah jika mereka secara ketat mengikuti formula sukses dari game yang sudah sukses sebelumnya. Mereka percaya risiko inovasi terlalu besar. 

Ini jelas salah! Industri video game penuh dengan studio pengembangan startup independen yang mendorong pengembangan di sisi cerita, artistik, dan teknologi.  Dan, seperti setiap usaha lain dalam hiburan, cerita dan kualitas akan selalu menang dalam jangka panjang. 

Perluasan dari apa yang mungkin terjadi di platform dan dalam pengisahan cerita adalah kekuatan terbesar industri video game.

Realitas: Cerita dan kualitas selalu penting.