Mendorong Belajar STEM di Rumah

Berbagai studi penelitian di dunia punya satu kesimpulan yang sama dalam hal keterlibatan keluarga: Saat keluarga terlibat dalam proses pembelajaran anak-anak sejak dini dan di setiap tingkatan pembelajaran, siswa tidak hanya berhasil – mereka bersinar. 

Namun, banyak orang tua yang nggak tahu harus mulai dari mana. Sebenarnya, orang tua dapat membangun fondasi yang diperlukan untuk keterampilan STEM di masa depan. Caranya sangat simpel,  hanya dengan mengajukan pertanyaan dan mendorong anak untuk selalu ingin tahu.

Saat anak bertanya “mengapa?” dorong mereka untuk berpikir. Libatkan anak-anak dalam proyek di sekitar rumah. Apakah itu perbaikan rumah atau memanggang di dapur. Cara ini akan membantu mereka berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Berikut beberapa cara yang dapat dicoba untuk mendorong Belajar STEM pada anak.

Membaca Bersama Anak

STEM adalah tentang menghubungkan konten dengan konteks dunia. Banyak anak memiliki pandangan terbatas tentang dunia dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. 

Sementara, buku adalah jendela dunia. Buku membuka pintu ke beragam tempat, ide, karier, dan inspirasi baru yang mungkin belum pernah dialami anak di runianka.

Masak dan Berbagi Resep 

Memasak bersama adalah  cara alami untuk mendiskusikan nutrisi dan dampak pilihan makanan terhadap lingkungan. 

Memasak mengajarkan anak-anak banyak hal di bidang matematika. Mulai dari pecahan (apakah 1/2 cangkir lebih besar dari 1/4 cangkir?) hingga suhu (apa yang membuat memanggang lebih panas daripada memanggang) hingga geometri (apa itu panci 13 x 9). 

Ingat, cara terbaik dalam belajar adalah mengerjakan kegiatan dan mendapatkan pengalaman dari pekerjaan tersebut. 

Berinternet Bersama Anak

Dibandingkan sibuk memarahi anak bermain gadget, ajaklah anak untuk berinternet bersama. Arahkan anak untuk membuka konten-konten menakjubkan. Semisal virtual tour di museum atau kebun binatang.

Arahkan mereka untuk menemukan hal-hal baru nan memukau. Berbeda dari membaca, internet memberi kita pengalaman audio visual. Dan membuat anak lebih kritis saat melihat gambaran dunia yang belum pernah ditemukinya.