Mempersiapkan Anak Belajar Luring di Sekolah

by junior Eka Putro

Mempersiapkan Anak Belajar Luring di Sekolah

Teman Matahati, beberapa sekolah siap dibuka kembali untuk pembelajaran tatap muka di awal semester genap ini. Sementara, beberapa yang lain masih mengandalkan campuran pembelajaran tatap muka dan jarak jauh (online). Tetapi orang tua  mungkin bertanya-tanya apakah sudah cukup aman untuk mengirim anak-anak ke sekolah selama kasus penularan virus corona (COVID-19) ini meningkat.

 

Orang tua jelas punya banyak hal untuk dipertimbangkan – kebutuhan mereka seputar pekerjaan, pendidikan, dan pengasuhan anak; manfaat pembelajaran di sekolah baik online maupun separubh offline; serta kesehatan dan keselamatan keluarga mereka. 

 

Anak-anak yang lebih kecil dan anak-anak dengan kebutuhan khusus sepertinya paling efektif belajar di sekolah. Sementara, siswa sekolah menengah dan sekolah menengah atas mungkin lebih mampu menangani pembelajaran jarak jauh. Tapi, bagaimana dengan kondisi pandemi yang kembali mengemuka hari ini?

 

Langkah Keselamatan Apa yang Dapat Membantu?

 

Sekolah lebih dari sekedar tempat belajar anak. Sekolah juga harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak saat orang tua mereka bekerja, dan ikut mendukung kesehatan fisik, mental, sosial, dan emosional anak-anak.

 

Tetapi sekolah hanya aman jika mereka melaksanakan protokol pengamanan untuk mencegah penyebaran virus corona saat kegiatan belajar mengajar, supaya penyebaran virus bisa di bawah kendali masyarakat setempat.

 

Pakar kesehatan, pejabat sekolah, dan guru semuanya bekerja keras untuk memastikan sekolah mereka seaman mungkin saat buka. Untuk membantu mencegah penyebaran virus corona, sekolah perlu membatasi kuota kelas, mempersingkat jadwal, membatasi fasilitas sekolah yang dibuka (misalnya kantin tutup), sambil tetap menawarkan pembelajaran online (jarak jauh).

 

Untuk mengetahui apakah kasus di daerah kita meningkat, menurun, atau tetap sama, hubungi dinas kesehatan setempat atau cek di web. JIka dirasa tidak aman, kita bisa menolak untuk mengizinkan anak kita belajar luring.

 

Apakah Sekolah Anak Kita Mengikuti Semua Tindakan Keamanan COVID-19?

 

Ini yang harus dicari tahu. Untuk itu, sekolah harus membuka komunikasi dan kita harus bertanya tentang beberapa hal secara detil:

 

Membersihkan dan mendisinfeksi. 

 

Sekolah harus mengikuti saran dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk membersihkan dan mendisinfeksi area umum. 

 

Permukaan yang banyak tersentuh (seperti gagang dan kenop kamar mandi, keyboard, dan kenop pintu) harus dibersihkan sesering mungkin, tetapi setidaknya setiap hari.

 

Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan. 

Sekolah perlu memeriksa kondisi anak-anak yang datang ke sekolah, setiap hari. Ini dapat mencakup pemeriksaan suhu dan survei gejala di rumah atau di sekolah. 

 

Jika seseorang jatuh sakit, harus ada proses untuk mengisolasi mereka, melaporkan kegiatan dan seberapa banyak mereka terekspos dengan lingkungan, dan kembali ke sekolah. 

 

Siswa, guru, atau staf sekolah harus tinggal di rumah jika mereka merasa kurang fit. Anak-anak tidak boleh pergi ke sekolah jika diketahui memiliki kontak dekat dengan seseorang yang terjangkit COVID-19. 

 

Masker

Semua orang dewasa harus memakai masker atau penutup wajah kain, seperti halnya siswa sekolah menengah dan sekolah menengah atas. Anak-anak prasekolah dan anak-anak usia sekolah dasar juga harus memakai masker.

 

Cuci tangan. 

Siswa dan staf harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air dengan baik. Mereka juga bisa menggunakan hand sanitizer jika air tidak tersedia.

 

Jarak Fisik

Orang dewasa dan siswa harus terpisah sejauh 2 meter jika memungkinkan. Di kelas, meja dengan jarak 1-2 meter terpisah dan meminta siswa mengenakan penutup muka kain akan membantu mencegah penyebaran virus corona.

 

Ukuran kelas atau kelompok. 

Beberapa sekolah mungkin membatasi kuota kelas, menempatkan siswa dalam rombongan belajar yang lebih kecil, mempersingkat jadwal, atau melakukan kombinasi pembelajaran daring dan luring.  Rombongan belajar tidak berganti sepanjang kegiatan sekolah di hari itu. Pastikan sekolah memiliki keterbukaan komunikasi dengan terkait protokol keamanan dan kesehatan selama kegiatan belajar luring. 

 

Cara lain untuk menurunkan risiko penyebaran kuman:

 

Selenggarakan kelas dan kegiatan di luar ruangan sebanyak mungkin.

Minta guru pindah ruang kelas, siswa tetap di kelas yang sama sejak awal hari.

Makanlah di ruang kelas, bukan di kafetaria.

Tandai lantai untuk menunjukkan kepada siswa di mana harus berdiri dan berjalan.

Atur mobil penjemputan sedemikian rupa sehingga pengaturan duduk tetap berjarak. 

 

Sekolah yang mengikuti praktik ini dapat menurunkan kemungkinan penyebaran COVID-19 di antara siswa dan staf. Tetapi bukan berarti infeksi masih tidak bisa terjadi. Pencegahan adalah tanggungjawab bersama antara pihak rumah dan sekolah. Jika terjadi wabah, sekolah harus memiliki rencana matang yang mencakup pembelajaran jarak jauh penuh waktu di rumah melalui daring.

 

STILL NOT SURE WHAT TO DO?
We are glad that you preferred to contact us. Please fill our short form and one of our friendly team members will contact you back.
Form is not available. Please visit our contact page.
X