Designed by Freepik

Delapan Alasan Kenapa Video Game Banyak Manfaatnya untuk Anak

Ternyata, ada lebih dari satu alasan baik untuk membiarkan anak bermain video game saat senggang.

Saat ngobrolin game dengan anak-anak, biasanya kita sebagai orang tua sibuk membahas seputar bahaya bermain game. Mulai dari bahaya melihat layar kelamaan, sampai tidak baiknya berlama-lama berinteraksi dengan gawai. Padahal, meminjam istilah “bermain” yang disebutkan sejak awal, lebih banyak sisi baiknya daripada sisi buruknya. Sama halnya dengan “bermain” video game.

Kalau kita mau menelaah lebih lanjut, video game bisa menjadi alat yang ampuh untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan hidup. Dalam sebuah makalah penelitian berjudul “Motivasi Anak untuk Bermain Video Game dalam Konteks Perkembangan Normal”  yang ditulis oleh Dr. Cheryl Olson, dari Harvard Medical School, dan difiturkan oleh The Review of General Psychology, termuat hasil penelitian, data survey dan wawancara lebih dari 1000 orang siswa di sekolah dasar umum di Amerika. Hasil penelitian itu menyebutkan, setidaknya ada 8 alasan, kenapa video game dapat bermanfaat bagi pertumbuhan dan pendidikan anak.

Berikut detailnya:

Video Game Mengajarkan Ketrampilan Pemecahan Masalah

Video game dapat membantu perkembangan otak anak-anak. Kalau Anda saat ini berusia sekitar 35-45 tahun, pasti ingat deh sama game The Legend of Zelda. Saat memainkannya, kita harus mencari jalan, bernegosiasi, membuat perencanaan, dan mencoba berbagai pendekatan untuk maju ke tahap selanjtunya.

Saat ini juga bermunculan game terbaru, seperti Bakugan: Defenders of the Core, yang juga melibatkanketrampilan perencanaan dan penyelesaian masalah. Sambil bermain, semua pemain tanpa sadar akan melakukan modding: sebuah proses dimana setiap orang memodifikasi langkah sesuai karakternya. Proses ini dimulai sejak awal bermain, dari saat anak menyesuaikan penampilan avatarnya, mengembangkan strategi untuk naik level, mengembangkan ekspresi diri kreatif lewat pemilihan bonus bermain, memahami aturan dan struktur selama bermain.

Jadi, meski tidak berlabel edukatif, sebuah game bisa membantu anak-anak belajar membuat keputusan, menggunakan strategi, mengantisipasi konsekuensi, dan mengekspresikan kepribadian mereka.

 

Video Game Merangsang Anak Belajar Sejarah dan Budaya

 

Kalau diperhatikan, ada beberapa game yang memiliki konten terkait sejarah dan mitologi. Sebut saja Age of Mythology, Civilization, dan Age of Empires. Nah, game model ini dapat memicu minat anak dalam sejarah dunia, geografi, budaya kuno, dan hubungan internasional.

Mengutip periset David Shaffer dan James Gee, “Ketika anak-anak memiliki orang tua yang memiliki persepsi bahwa Age of Mythology adalah salah satu sumber belajar, mengaitkannya dengan buku, situs internet, museum, dan media tentang mitologi, budaya dan geografi, bisa dipastikan anak-anak ini lebih siap untuk di masa depan.”

Serunya, semua hal yang terlihat kompleks itu bisa didapatkan secara fun.

 

Video Game Membantu Anak-anak Berteman

Beda dengan kita orang tua, anak-anak menganggap video game sebagai kegiatan sosial. Bukan malah terisolasi atau jadi punya dunia sendiri seperti anggapan kita. Dari bersosialisasi, mereka bisa mendapatkan teman-teman baru, dan bisa janjian untuk mabar (main bareng).

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Cheryl Olson , anak laki-laki lebih cenderung bermain video game dengan sekelompok teman, baik di ruangan yang sama atau secara daring. Mereka juga sering menjadikannya sebagai fokus pembicaraan antarteman. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa anak-anak dengan kesulitan belajar ringan, cenderung memilih bermain video game agar bisa mendapatkan teman baru.

Video Game Membuat Anak-anak Lebih Mau Mencoba

Kembali mengacu pada penelitian Dr. Cheryl, anak laki-laki banyak belajar gerakan baru lewat game olahraga. Gerakan baru itu lantas mereka latih di lapangan basket atau saat bermain skateboard. Ya, video game menginspirasi anak. Anak jadi lebih mau mencoba di dunia nyata lewat pengalaman bermainnya.

Selain itu anak-anak yang bermain video game olahraga realistis (jadi bukan game pertarungan atau turnamen), waktu bermainnya di lapangan olahraga jadi meningkat. Mereka juga lebih banyak meluangkan waktu untuk berolahraga di kehidupan nyata.

Video Game Mengajarkan Anak untuk Berkompetisi

Sangat normal dan sehat untuk anak-anak, untuk bersaing dengan teman sebaya. Saling berebut status terbaik, dan mendapat pengakuan kelompok. Nah, video game mengajarkan mereka untuk berkompetisi lewat media yang aman untuk mengekspresikan dorongan kompetitif itu. Bahkan, video game memberi peluang pada anak-anak yang tidak pandai olahraga untuk mendapatkan kesempatan berhasil/menang.

Video Game Memberi Anak Kesempatan untuk Memimpin

Saat anak bermain video game bersama-sama, mereka akan saling bergiliran memimpin dan mengikuti sebagai sebuah tim. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nick Yee dari Palo Alto Research Center , remaja yang sering mabar dengan teman-temannya, memperoleh keterampilan kepemimpinan seperti membujuk, memotivasi orang lain, dan menengahi perselisihan. Game online multi-pemain menawarkan kepada remaja kesempatan langka untuk berpartisipasi, dan terkadang memimpin dalam tim yang terdiri dari beragam usia. Saat bermain, tidak ada yang peduli berapa usia seseorang, jika dia bisa memimpin tim menuju kemenangan.

Video Game Melahirkan Kreativitas 

Sebuah penelitian  yang diterbitkan dalam the Creativity Research Journal menemukan hubungan antara beberapa video game dan kreativitas. Sebuah studi yang melibatkan 353 pemain Minecraft menemukan bahwa orang yang bermain Minecraft tanpa instruksi, bisa menyelesaikan tugasnya dengan kreativitas tertinggi. Hal ini mungkin disebabkan mereka diberi kebebasan luas untuk berpikir sendiri saat bermain.

 

Video Game Melahirkan Kesempatan untuk Mengajar

 Sepertiga dari anak-anak yang menjadi responden penelitian Dr. Cherryl mengatakan bahwa mereka bermain video game karena mereka suka mengajari orang lain cara bermain. Lewat kesempatan ini,  seorang anak saling bertukar pengalaman dan saling mengajarkan cara mengatasi situasi-situasi tertentu dalam permainan. Dengan begitu, mereka bisa saling mendukung untuk menyelesaikan permainan tertentu sekaligus belajar sabar dan berkomunikasi dengan baik. Mengajar itu perlu kesabaran, kan?

 

Mendekatkan Orang Tua dan Anak

Ini fakta yang menarik. Saat bermain video game bersama anak, kita bisa mendekatkan diri dengan mereka.Pembicaraan bisa beragam. Mulai dari lagu-lagu klasik yang digunakan sebagai backsound, visual karakter yang menarik dan terasa riil, sampai pembahasan mengenai keadaan di sekolah yang bisa dibicarakan sambil lalu saat bermain.