Belajar Melalui Game Pendidikan di Bantu Belajar

Anak suka hal-hal yang menyenangkan. Saat melakukan hal yang menyenangkan, biasanya anak akan bersemangat, dan terus mencoba melakukan hal tersebut. Ini yang menyebabkan anak suka dengan game dan aneka permainan.

Hal inilah yang mendasari Bantu Belajar untuk memanfaatkan game sebagai media belajar yang menyenangkan untuk anak. Dengan mcnyisipkan pelajaran dalam peran yang mereka mainkan di sebuah game, anak akan lebih mudah untuk menyerap dan mengulang pelajaran dengan cara yang fun.

Menurut teori, agar data termotivasi dalam belalar, anak membutuhkan empat hal:

1. Pemahaman tujuan (untuk apa saya belajar ini?)

2. Pengetahuan mengenai tahapan2 yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tersebut

3. Pengetahuan mengenai “reward” di ujung pembelajaran (saya akan bisa apa, tahu apa, dan belajar apa)

4. Kesempatan ujicoba/trial error, dalam arti ruang untuk berbuat salah dan memperbaiki dengan strategi lebih baik.

Menariknya, keempat poin tersebut bisa didapatkan anak lewat media game sebagai alat belajar. Dengan menggunakan game, kita bisa membuat anak termotivasi sejak awal. Karena mereka terasa akan masuk ke dalam hal yang menyenangkan, bukan sesuatu yang membosankan.

Selanjutnya, dengan gamifikasi yang tepat, engagement anak selama proses belajar juga dapat dipertahankan. Dan ini memberi kesempatan bagi pengajar untuk fokus hanya pada variasi kegiatan yang menyeimbangkan antara bermain game dengan diskusi.

Inilah yang menjadi sebab  Bantu Belajar mendesain beragam game. Dengan menghadirkan game-game yang berbeda. Bantu Belajar mendukung anak-anak untuk belajar mengenai banyak hal terkait materi pelajaran yang diberikan di sekolah. 

Dengan Bantu Belajar, esensi suatu materi dapat dipahami anak lebih cepat dari sekedar membaca dan mendiskusikan materi di jam2 mata pelajaran di sekolah. Game-game di Bantu Belajar dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga keingintahuan anak untuk mempelajari materi secara lebih mendalam.