Barisan Mainan Ini Bisa Mengajarkan Anak Belajar Coding Sejak Kecil

Teknologi sudah makin maju. Dan, untuk mendukung perkembangan teknologi, kemampuan pemrograman dan coding sangat dibutuhkan!

Pasti banyak anak-anak yang tertarik untuk menjadi seperti Iron Man. Seorang inventor yang membuat banyak alat yang berguna bagi umat manusia.

Menjadi seorang inventor itu, selain butuh pengetahuan juga membutuhkan rasa keingintahuan, kreativitas, dan rasa pantang menyerah. Semua itu bisa dimunculkan lewat belajar coding.

Coding membuat anak mengenal logika. Belajar memberi instruksi, dan mencoba mencari tau kesalahan dalam sebuah proses. Itu adalah hal dasar yang dibutuhkan oleh inventor. 

Dan yang terpenting, dalam coding semua pasti pernah berbuat salah. Belajar coding mengajarkan anak-anak untuk tidak takutmencoba dan justru belajar dari uji coba-nya itu.

Karenanya, ada beberapa perusahaan teknologi yang melihat pentingnya mendidik anak-anak untuk menjadi inventor sejak kecil. Alhasil, mereka menciptakan produk yang dapat memberikan bekal untuk anak-anak di masa depan nanti.

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan mainan besar hingga Google ikut andil menyuntikkan permainan yang bisa digunakan untuk belajar coding. Dan pastinya, semua didesain menyenangkan untuk di usianya.

Apa saja sih, mainan-mainan yang merangsang anak jadi seorang coder?

 

Cubetto (Primo Toys)

Primo Toys adalah sebuah perusahaan dari London yang memusatkan perhatian mereka untuk membuat produk yang bertujuan untuk mengajarkan balita bagaimana untuk bisa coding (membuat pemrograman) tanpa layar. 

Produk yang mereka kenalkan adalah Cubetto. Mainan ini menjadi produk edukasi yang paling banyak mendapat dukungannya di Kickstarter, dan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1.596.457 dari 6553 orang. Salah satu di antara yang mendukungnya adalah co-founder Arduino.

Cubetto terdiri dari sebuah robot dari kayu, sebuah papan untuk mengendalikan robot tersebut, dan kepingan-kepingan kecil yang akan memberikan perintah ke robot.

Sekilas, Cubetto terlihat seperti mainan-mainan untuk balita pada umumnya, di mana terdiri dari sebuah kotak, papan, dan kepingan warna-warni. Namun, Cubetto dapat melatih logika berpikir anak-anak karena kepingan kecil tersebut akan dapat menggerakkan si robot kayu ketika diletakkan di papan.

Coba deh dicek videonya biar lebih kenal sama permainan ini!

 

 

 

 

LEGO Mindstorms EV3 (LEGO)

 

LEGO adalah perusahaan yang terkenal dengan mainan balok-balok kecil yang bisa digabungkan menjadi sebuah bentuk baru.Permainan ini membutuhkan imajinasi dan kreativitas tinggi juga untuk dapat membuat bentuk baru dari kepingan-kepingan balok kecil.

 

Baru-baru ini, LEGO mengeluarkan produk baru yang menambahkan fungsi baru pada balok-balok kecil tersebut. Seri tersebut diberikan nama LEGO Mindstorms, di mana selain balok-balok LEGO juga terdapat fungsi motorik, sensor, dan pemrograman di dalamnya.

 

LEGO Mindstorms ini memadukan software dan hardware untuk memberikan kita sebuah robot yang terdiri dari balok-balok LEGO dan dapat diprogram untuk menjalankan perintah yang kita berikan pada robot ini.

 

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1998, hingga sekarang muncul berbagai macam pengembangan terhadap seri Mindstorms ini. Hingga yang terkini adalah versi EV3 yang 

terdiri dari bagian motor, sensor, balok EV3 yang bisa diprogram, 550+ balok LEGO, dan sebuah remote control.

 

EV3 bisa dihubungkan ke smartphone, sehingga kita juga bisa memasukkan sistem operasi alternatif yang dibangun dari Linux ke dalam microSD. Dengan LEGO Mindstorms EV3, anak-anak dapat dilatih untuk membangun robot serta belajar programming untuk memberikan perintah kepada robot tersebut. 

 

Project Bloks (Google)

 

Salah satu kebutuhan dasar saat menjadi seorang inventor adalah berpikir logis. Kemampuan inilah yang kemudian menjadi modal saat coding atau membuat program.

 

Google sebagai salah satu perusahaan teknologi yang paling ternama di dunia ini membuat sebuah proyek yang  tujuannya melatih anak-anak belajar coding.Proyek ini dinamakan Project Bloks. Proyek ini hasil kerjasama gabungan antara Google, Paulo Blikstein dari Stanford University, dan IDEO.

 

Project Bloks adalah sebuah platform open hardware yang dapat digunakan oleh semua orang untuk memberi pengalaman coding untuk anak-anak. Platform ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu “Brain Board”, “Base Boards”, dan “Pucks”.

 

Brain board adalah otaknya, di mana di dalamnya terdapat unit processing utama yang terbuat dari Raspberry Pi Zero. Bagian ini yang akan memberikan tenaga dan konektivitas ke seluruh sistemnya. Sehingga memungkinkan kita untuk membuat sesuatu yang dapat terhubung lewat WiFi maupun Bluetooth.

 

Sedangkan Base Boards adalah bagian modular yang dapat dihubungkan ke Brain Board untuk menciptakan kelompok baru dalam satu kesatuan yang memiliki alur pemrograman yang berbeda-beda. Masing-masing bagian Base Boards akan memiliki sensor yang akan menerima instruksi dari Pucks yang tersambung padanya.

 

Pucks itu sendiri adalah nyawa dari proyek ini. Pucks itu sebenarnya adalah instruksi coding yang berbentuk fisik. Beberapa Pucks dapat berupa tombol tekan, tombol putar, ataupun tombol panah.

 

Pucks tidak memiliki komponen elektronik di dalamnya, sehingga biaya untuk membuatnya tidaklah mahal. Pucks bisa dibuat dari materi plastik yang kuat, atau hanya selembar kertas yang memiliki tinta konduktif di atasnya. Asalkan memiliki ID kapasitif yang bisa dibaca oleh sensor pada Brain Board, maka mereka bisa berfungsi sebagai Pucks. 

 

Osmo Coding (Play Osmo)

 

Mainan ini bisa membantu mengembangkan logika berpikir untuk coding, yang merupakan modal utama jika ingin menjadi seorang inventor. Namun, kali ini kita butuh sebuah iPad untuk dijadikan perangkat utama untuk belajar coding.

 

Secara singkat, Osmo mengajarkan logika coding melalui permainan yang diinstall ke iPad, di mana ada seekor makhluk yang harus dipelihara dengan cara memberikannya makan strawberry dan membuatkan tempat tinggal untuknya.

 

Untuk memberinya makan dan membangun tempat tinggal, anak harus meletakkan sekumpulan blok kecil yang berisikan perintah sederhana seperti jalan, loncat, beraksi, dan sebagainya. Masing-masing blok bisa ditempelkan dengan instruksi jumlah, misalnya blok jalan ditempel dengan angka 3, maka makhluk bernama Awbie yang berada di iPad akan berjalan sebanyak 3 langkah, dan seterusnya.

 

Anak-anak tentu akan tertantang untuk menjaga Awbie karena tampilannya yang lucu dan imut, sekaligus belajar logika berpikir coding lewat blok-blok instruksi sederhana yang disertakan oleh Osmo. Selain Awbie, ada juga versi musik di mana kita bisa membuat musik dengan menggunakan blok yang berbeda-beda.